Owner Shandra, Berkedok Arisan Online Receh PGK.id Diduga Abal Abal

 


KUYTIMES.COM, Bangka Belitung - Arisan online Receh PGK.id, dengan salah satu owner Shandra, yang beralamatkan di jalan air mawar 1 RT/ RW 002/001 kelurahan air mawar kecamatan Bukit Intan propinsi Bangka Belitung kota Pangkal Pinang, diduga melakukan penipuan. "Dengan cara melalui grup arisan online yang terus menerus memberikan sebuah penawaran. 


Dari salah satu owner pada tanggal 23 Januari dengan nominal 10 juta dengan uang muka 5 juta yang memberikan iming iming sebuah discount, yang membikin salah satu korban mentransfer sejumlah uang 4juta setengah." Senin 14/02/2022



Adilan Putri Rokim salah satu korban penipuan arisan online mengatakan, kepada salah satu awak media dengan begitu akhirnya saya membayar melalui nomor rekening 08535405103 bank BCA dengan atas nama owner Shandra, dengan pencairan tanggal 2 Februari 2022. "Setelah jatuh tempo saya Sandra menghubungi saya melalui chat w.a mengatakan  jatuh tempo maximal hari ke tiga sebelum hari raya. "Dikarenakan suasana hari raya, saya tidak sempat membalas chat w.a dari saudara Sandra selaku penanggung jawab arisan online tersebut."ungkapnya.



Adila  menjelaskan, bahwa dirinya tetap membalas chat saudari Sandra biar bagaimanpun juga, dikarenakan merasa memiliki tanggung jawab. "Akan tetapi malah saudari Adila di bilang tidak ada kejelasan, padahal setiap chat w.a nya selalu saya balas dengan lemah lembut."imbuhnya.

 

Akhirnya pada tanggal 4 februari 2022 Sandra chat lagi ke Adila Sandra bilang mau datang kerumah padahal saya sering transfer ke Sandra sebelum jatuh tempo saya rutin bayar akan tetapi Sandra tidak pernah memberi bukti atau kwitansi pembayaran. "Karena saya merasa di tipu oleh Sandra, pada akirnya saya minta bantuan kepada teman saya melacak keberadaan arisan online tersebut ternyata Abal Abal alias bukan arisan online asli.


Saya juga cari tahu ke beberapa teman untuk menyelidiki keberadaan sandra yang mengaku sebagai pimpinan arisan online tersebut ternyata bukan satu dua orang yang telah di tipunya melainkan sudah banyak kurban dari seorang Sandra yang mengaku pimpinan arisan online tersebut. "Namun pada sampai akhir Februari tepatnya tanggal 11 Februari 2022, Sandra belum membalas  sama sekali setiap saya chat w.a ,saya." ujarnya


Tidak akan berhenti untuk meminta pertanggung jawaban Sandra tersebut dan saya bakal terus bawa kasus sampai ada titik terang atau kejelasan Sandra selaku own arisan online."pungkasnya 


(Limbat)