Warga Ketapang Laporkan TPK Pengerjaan Rabat Jalan, Diduga Pangkas Anggaran


KUYTIMES.COM, Banyuwangi - Sejumlah warga Ketapang melaporkan seluruh pengurus Tim Pelaksana Kegiatan ( TPK) Pengerjaan rabat jalan yang di duga memangkas Anggaran Dari Bagi Hasil Pajak Daerah ( BHPD ) 2021 di pergunakan untuk proyek Rabat Jalan Di RT 02 RW. 02 Dusun Ketapang Desa Ketapang, Ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Banyuwangi dan parahnya salahsatu pengurus tersebut oknum Kadus Di Ketapang diduga kuat juga terlibat.


Salahsatu warga Dusun Pancoran, Sebut Saja, Hariyono, Menuturkan, Adanya proyek Rabat jalan Di RT 02 RW. 02 Dusun Ketapang Desa Ketapang, Kabupaten Banyuwangi dengan panjang 475 Meter (M) Lebar 2.80 M sedangkan Tebal 10 cm Total Anggaran Sebesar 125.702.000. Kata Dia, Namun pengerjaan Tersebut Hanya Di Kerjakan Sepanjang 320 M.


"Hasilnya juga rusak (red. Mengelupas) dan sangat membahayakan Masyarakat"ujar dia namanya enggan diberitakan itu., Minggu (30/01/2022)


Masih kata dia, pengerjaan itu sempat berhenti 2 bulan kemudian setelah Kadus Ketapang di laporkan ke Kejaksaan Negeri Banyuwangi kemudian pengerjaan itu di lanjutkan.


"Kenapa setelah kasus ini di laporkan, Pengerjaannya Di lanjutkan, ini ada pertanyaan besar"kata dia dengan heran.


Tujuan laporan itu, Menurut dia, apabila pemerintah khususnya desa membiarkan oknum tersebut tidak ditindak maka desa tidak akan berkembang.


"Saya mohon pihak kejaksaan bertindak tegas"pungkasnya


Sementara, Kadus Pancoran, Sukro, Dirinya mengaku tidak mengetahui dirinya di laporkan ke Kejaksaan


"Saya gak tau ya mas"ucap Kadus.


Disinggung soal Kwalitas pengerjaan dirinya menepis dengan adanya pengerjaan yang terkesan asal jadi tersebut, tidak hanya itu, dirinya mengaku sudah menyesuaikan pengerjaan tersebut sesuai SOP.


"Itu rusak karena belum selesai sudah di gunakan"tepisnya.


Seperti Berita Radar Investigasi Sebelumnya, di pembangunan proyek rabat jalan yang terselesaikan sekira 3 bulan yang lalu, namun sangat disayangkan, kondisi saat ini sudah melupas dan mengeluarkan pasir


"begitu dah mas keadaan jalannya, buruk sekali"kesal Rahman namanya enggan diberitakan, Jumat ( 5/11/2021)


dia menuturkan, banyak sekali warga yang mengendarai roda 2 terjatuh lantaran jalan tersebut banyak pasir pasalnya kurang bagusnya pengerjaan sehingga melupas.


"banyak sekali mas yang jatuh"ungkap dia.


sementara, Kepala Desa Ketapang, Slamet Utomo, dirinya tidak mengetahui jika di jalan tersebut sering kali terjadi kecelakaan lantaran banyaknya jalan yang terkelupas dan berpasir.


"saya tidak mengetahui (red. tergelincir), soalnya tidak ada laporan warga"ujarnya.


sayangnya kades tidak menjelaskan berapa volume proyek pengerjaan tersebut.


"saya lupa ya mas"pungkasnya.