Oleh: Arfino Bijuangsa
(Team Pengelola Rumah Tangga HMI Cabang Padang Periode 2017-2018)
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) adalah organisasi mahasiswa yang didirikan di Yogyakarta pada tanggal 14 Rabiul Awal 1366 H bertepatan pada tanggal 5 Februari 1947, atas prakarsa Lafran Pane beserta 14 orang mahasiswa Sekolah Tinggi Islam sekarang ( Universitas Islam Indonesia).
Dengan semangat Ke-Islam-an dan Ke-Indonesia-an organisasi ini dengan cepat tumbuh dan berkembang pesat di seluruh Kampus besar maupun Kampus kecil yang ada di Indonesia, termasuk di Padang Sumatera Barat. Organisasi ini merupakan salah-satu wadah berproses bagi Mahasiswa dan untuk mengasah logika dan jiwa anak bangsa agar terangsang untuk peduli dengan apa yang terjadi disekelingnya.
Sebagai kader HMI kita dituntut untuk sadar akan tugas dan tanggungjawab sebagai abdun yang senantiasa menyiarkan ajaran yang mulia ini, dan kita selaku kader HMI dituntut agar sadar sebagai anak bangsa yang akan mempertahankan dan mengisi kemerdekan yang direbut oleh para pendahulu bangsa.
Artinya di HMI kader memang dibina secara terus-menerus (sustainable) sehingga menjadi Kader yang kritis, progresif dan dinamis sehingga bisa menjadi tulang punggung bagi keberlanjutan ummat dan bangsa kedepan.
Berangkat dari proses pembinaan, disini kita bisa melihat bahwa budaya gotong-royong untuk saling membersarkan di dalam tubuh HMI. Kita sebagai kader HMI sadar sebagai manusia kita tidak akan bisa sendiri karna kita diciptakan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing dengan tujuan untuk saling melengkapi sesuai dengan hadits nabi khairunnas an fa'uhum linnas yang artinya sebaik-baik manusia ialah yang bermanfaat bagi orang lain.
Dan dari sini juga dimulai penempatan posisi yang tepat bagi kader untuk menjaga nafas semangat HMI agar terus hidup. Di HMI kita mengenal Struktur mulai dari komisariat sampai dengan tingakat Pengurus Besar, Ada BPL, Balitbang, KOHATI hingga lembaga-lembaga- kekaryaan lainnya. Wadah ini ada semata hanya untuk mengembangkan potensi dan kreativitas kader dan juga bagian dari kaderisasi di HMI.
Selain wadah di atas HMI juga memiliki sekelompok kader yang bertugas untuk menjaga nadi organisasi ini, mereka di namakan sipenjaga nilai dan bisa dikatakan juga mereka malaikat penjaga pintu surga ala kader-kader di HMI, bagaimana tidak orang-orang luar biasa ini hadir di HMI dan terkadang tak terlihat wujudnya namun sangat berdampak keberadaanya.
Berkat peran penting merekalah hingga sampai hari ini HMI terus hidup dan selalu menenpah jabang tetuka di kawah Candradimuka dan akan menjadi gatot kaca sebagai pelanjut generasi. Tidak kalah penting dari penjaga Nilai di HMI cabang padang Sumatera Barat terdapat sekelempok kecil kader yang di tugaskan oleh Pengurus HMI Cabang Padang dalam menjaga rumah warisan pusako kalau boleh saya istilahkan. Meraka adalah Team Pengelola Rumah Tangga (TPRT) yang juga memiliki kepala rumah tangga disebut sebagai KARATA.
Percaya atau tidak mereka adalah benteng terakhir di Sekretariat HMI, artinya mereka bertanggung jawab penuh dalam mengelola sekretariat HMI.
Keberadaan merekapun terkadang tak terasa dan tak terlihat dan sering teracuhkan namun semua itu bukan suatu alasan bagi mereka untuk berbuat kepada HMI menjadi penunggu rumah pusako nan tinggi , Tugas menjadi Karata memang berat namun beginilah jalan senyap Merawat HMI agar terus hidup dan berbuat untuk berdampak bagi bangsa dan negara.
